[PIKIR] PENDIDIKAN BAGI ORANG DEWASA: PELATIHAN PARTISIPATIF VS SEMINAR

Pelatihan partisipatif adalah istilah yang sedang marak digunakan saat ini. Banyak orang menggunakan metode tersebut untuk kepentingan pengenalan pendidikan secara partisipatif baik bagi mahasiswanya, bagi karyawannya, maupun bagi relasi kerjanya. Namun demikian, seringkali terjadi kesalahpahaman terhadap istilah yang sedang nge-trend ini, banyak orang menyebut diri sedang melaksanakan pelatihan partisipatif, tetapi ternyata tidak lebih dari sekadar seminar. Tulisan ini ingin memberikan pemahaman baru mengenai definisi dan hal-hal mendasar yang kiranya perlu diperhatikan dalam sebuah pelatihan partisipatif.

PENDIDIKAN PARTISIPATIF
Pendidikan partisipatif merupakan sebuah metode pendidikan yang menitikberatkan pada partisipasi aktif para peserta. Berangkat dari hal itulah maka penggunaan istilah-istilah terhadap peran-peran yang ada dalam sebuah pelatihan pun mengalami pergeseran. Dulu kita lebih mengenal istilah instruktur atau trainer dan pesertanya disebut dengan trainee. Dalam pelatihan ala tempo dulu, para instruktur adalah satu-satunya sumber pengetahuan dan peserta tinggal menerima. Sejalan dengan perkembangan jaman, pelatihan-pelatihan tidak lagi harus dengan model top-down seperti di atas, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif peserta. Istilah untuk peran-peran dalam pelatihan pun mengalami perubahan. Saat ini kita lebih mengenal istilah fasilitator dan bukan trainer, serta istilah trainee berubah menjadi partisipan.
Pergeseran terhadap istilah peran tersebut semakin menunjukkan bahwa dalam sebuah proses pendidikan yang disebut dengan pelatihan partisipatif, fungsi fasilitator adalah memfasilitasi sebuah proses pendidikan, memfasilitasi para partisipan dalam menemukan sendiri makna-makna baru yang diperoleh dalam pelatihan tersebut. Sehingga dengan demikian, tampak jelas bahwa fungsi narasumber dalam sebuah seminar sangat berbeda dengan fungsi fasilitator dalam sebuah pelatihan. Jika dalam sebuah seminar, solusi masalah harus dipecahkan oleh narasumber maka dalam sebuah pelatihan, fasilitator hanya memfasilitasi proses sedemikian rupa sehingga masalah ditemukan sendiri secara sadar oleh para partisipan dan solusi masalah pun ada pada para partisipan itu sendiri.
Dalam pelatihan partisipantif, tidak ada metode satu orang di depan, dan yang lain duduk mendengarkan. Namun justru semua orang duduk dan berdiri dalam posisi melingkar. Semua orang dalam lingkaran memiliki kontribusi dalam keberhasilan proses belajar menggunakan metode pendidikan partisipatif. Fokus utama terletak pada partisipan dan bukan pada fasilitator.
Metode permainan merupakan metode yang sering digunakan dalam pendidikan partisipatif. Karena melalui metode ini diharapkan partisipan dapat berangkat dari pengalamannya sendiri-sendiri untuk lebih lanjut merefleksikan pengalaman tersebut menjadi makna-makna pembelajaran baru.

ATURAN DASAR MEMFASILITASI
Dalam pendidikan partisipatif, mutlak untuk selalu melibatkan partisipasi para partisipan dalam setiap prosesnya. Oleh karena itu, dalam pendidikan partisipatif, pembuatan aturan main bukanlah ditentukan oleh fasilitator, namun ditentukan secara bersama-sama, yakni fasilitator dan partisipan. Demikian juga dalam realisasinya, aturan main dibuat dan dilakukan oleh semua orang yang terlibat dalam pelatihan, yakni seluruh tim fasilitator dan seluruh partisipan. Tidak berlaku dalam pendidikan partisipatif aturan main hanya bagi partisipan.

Dalam penentuan materi serta alur pelatihan pun, seorang fasilitator dalam pendidikan partisipatif hendaknya memiliki kesiapan dan kreativitas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan, pendidikan partisipatif merupakan pendidikan yang menitikberatkan pada kebutuhan partisipan. Sehingga jika dalam proses pelatihan, alur materi yang disiapkan oleh tim fasilitator ternyata bukan menjadi kebutuhan partisipan, maka seorang fasilitator yang baik harus rela untuk mengganti seluruh skenario, baik modul, alur, maupun permainan yang telah disiapkan dengan skenario yang dibutuhkan oleh partisipan. Dengan demikian proses pelatihan benar-benar menjadi milik partisipan secara penuh.
Selamat memfasilitasi!
(Patty)

No comments:

Post a Comment

Silakan berikan tanggapan di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...