[PROFIL] Yayasan Hotline Surabaya (YHS)

Oleh: Melly Amalia

Konseling psikologis adalah salah satu media yang dapat kita akses ketika kita memiliki persoalan mental. Hotline Surabaya adalah salah satu organisasi yang menyediakan layanan tersebut dengan fokus kepada perempuan dan anak, khususnya korban kekerasan seksual. Berikut ini adalah tulisan yang disarikan dari website organisasi tersebut.

Hotline Surabaya adalah sebuah organisasi nirlaba yang berdiri sejak tahun 1989. Pada awalnya, Hotline Surabaya merupakan divisi sosial Harian SURYA yang memberikan pelayanan konseling psikologis melalui surat, telepon, tatap muka dan konsultasi di rubrik “Hotline” SURYA. Pada tahun 1992 YHS menjadi sebuah yayasan mandiri dengan nama Yayasan Hotline Service Surya (YHSS) terlibat dalam kampanye penanggulangan HIV&AIDS khususnya untuk kelompok beresiko tinggi di kalangan pekerja seks di Surabaya. Di akhir tahun 1999 YHSS berubah nama menjadi Yayasan Hotline Surabaya dan berpisah dengan harian SURYA menjadi satu LSM mandiri yang punya kepedulian terhadap kesehatan reproduksi perempuan, khususnya perempuan yang berpenghasilan rendah di Surabaya.


Pada tahun 2004 YHS mulai masuk pada isu anak setelah menemukan masalah yang kompleks pada pelacuran, bahwa banyak hak anak yang terabaikan. YHS masuk melalui pencegahan dan penanganan traficking dan eksploitasi seksual anak. YHS menganggap anak di bawah usia 18 tahun memiliki kemungkinan mendapatkan pola asuh yang salah serta tindak kekerasan, baik itu kekerasan fisik, psikologis, sosial, dan seksual, serta penelantaran dan hak-haknya sebagai anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, untuk dilindungi dan berpartisipasi dilanggar. Semua itu tidak bisa diterima dan ditoleransi terutama tindak eksploitasi seksual.

Yayasan Hotline Surabaya mempunyai Shelter (rumah singgah) untuk anak-anak korban eksploitasi seksual yang diberi nama Omah Sahabat Arek (OSA) yang berarti Rumah Sahabat untuk Belajar dan Transformasi. Rumah Singgah ini berfungsi sebagai Community Center for Learning dengan kegiatan-kegiatan rutin sebagai berikut: Perpustakaan Komunitas untuk anak-anak, Diskusi Film, Membaca Buku, Terapi dengan Tulisan, serta karate praktis untuk melatih anak-anak memiliki perlindungan diri apabila mengalami kekerasan seksual. Selain itu di diadakan pula diskusi dan Konseling Kelompok serta layanan konseling pribadi yang dilakukan oleh konselor dari YHS dan Psikiatri dari Rumah Sakit Dr. Soetomo.

Saat ini, ada dua program besar yang dijalankan oleh Yayasan Hotline Surabaya yaitu :
  1. Program pelatihan anak rentan, penarikan dan rehabilitasi anak korban eksploitasi seksual. Mengadakan program anti-trafficking sejak tahun 2000 melalui kampanye publik, penarikan dan reintegrasi ke dalam keluarga. Yayasan Hotline Surabaya berjaringan dengan berbagai pihak dalam mengatasi masalah eksploitasi seksual pada anak, di antaranya adalah lembaga perlindungan anak, dinas sosial, dinas pendidikan, kepolisian, lembaga pendidikan, dll. Peran Yayasan Hotline Surabaya bertindak fasilitator pemberdayaan anak, orangtua dan komunitas serta pemerintah. 
  2. Program HIV & AIDS. Program yang dijalankan pertama-tama adalah konsultasi psikologi melalui telpon, tatap muka, surat menyurat. Ribuan klien yang masuk sebanyak 90% perempuan berusia 15-30 tahun dan masalah yang dihadapi adalah seksualitas yakni soal keperawanan dan mastubasi. Berdasarkan data ini Hotline mengadakan program remaja (jurnalis dan HIV-AIDS). Studi yang dilakukan menemukan bahwa program pencegahan melalui Komunikasi Perubahan Perilaku kalau mau efektif maka perlu ada pelayanan kesehatan. Lalu tahun 2003 mendirikan Klinik Kesehatan Reproduksi Esensial dengan satu pintu pelayanan untuk ibu anak, infeksi saluran reproduksi dan kontrasepsi. Yayasan Hotline Surabaya juga merespon masalah-masalah yang terkait dengan pekerja seks. 

Dalam memberikan layanan dan bantuan Yayasan Hotline Surabaya menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Kesadaran: bahwa semua staf dan semua yang terlibat pada program anak Yayasan Hotline Surabaya menyadari masalah eksploitasi seksual anak dan risiko yang dihadapi; 
  2. Pencegahan: melakukan praktek terbaik untuk mencegah eksploitasi seksual anak; 
  3. Dokumentasi dan Laporan: untuk menjamin tidak adanya eksploitasi seksual terhadap anak, maka semua proses dan peristiwa penting didokumentasikan dan dicetak sebagai buku agar masalah dan tindakan yang telah dilakukan bisa dipelajari pihak lain yang mendukung; 
  4. Memberi Respon: situasi eksploitasi seksual ada yang belum diantisipasi. Karena itu kalau ada kejadian yang tidak terduga, seluruh staf yang terlibat harus memberi respon positif (sekali pun tidak ada dalam uraian tugas yang ada). 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Yayasan Hotline Surabaya
Jl. Indrapura No. 17, Surabaya - 60176, Jawa Timur, Indonesia
Telp : (031) 356 6232 | Fax : (031) 356 6233
Website : http://www.hotlinesurabaya.or.id/
Email : yhs@hotlinesurabaya.or.id
Konseling Telepon : (031) 352 6118 - 352 6119

No comments:

Post a Comment

Silakan berikan tanggapan di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...