[Tips] Kurangi membeli ! Langkah kecil melepaskan diri dari jeratan Uang


Uang bisa bikin orang mabuk kepayang, uang bisa bikin ….
Ada pemeo "Di dalam uang ada setan". Dengan uang orang dapat membeli kekuasaan, kekayaan dan memuaskan berbagai bentuk nafsu primitif manusia lainnya. Banyak perbuatan jahat dilakukan manusia setiap hari untuk uang. Ah ya… itu tuduhan yang terlalu ekstrim, kasar ….. tidak mungkin saya melibatkan diri pada hal-hal seperti itu.

Namun perkembangan kontemporer telah membuat modus baru kejahatan: suatu proses penindasan yang merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari dan melibatkan hampir seluruh individu di dunia ini, termasuk kita, sadar atau tidak. Ya, anda sadar atau tidak ditindas atau sangat mungkin menjadi bagian dari para penindas …

Anda yang terlibat pada gerakan kritis terhadap globalisasi dan neoliberalisme, tentu tahu bahwa uang adalah media utamanya. Saya belajar ini saat mengikut presentasi salah seorang peserta pertemuan aktivis lintas bidang garap Kail tahun lalu. Yang langsung terpikir kemudian adalah: Jadi, bila kita dapat mengurangi kebergantungan kita pada ekonomi uang berarti kita menyerang globalisasi dan neoliberalisme pada jantungnya.

Bagaimana saya dapat mengurangi kebegantungan pada uang dalam kehidupan sehari-hari? Uang kita gunakan setiap hari. Uang telah masuk begitu dalam dalam keseharian-kita, membuat siapapun kita, aktivis atau bukan, terlibat mendukung neoliberalisme.

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang saya coba lakukan. Tentunya ini tidak sepenuhnya membebaskan kita dari uang, tetapi paling tidak ini merupakan langkah awal, sekaligus untuk menguji apakah kita punya keberanian diri untuk bersikap kritis dalam bentuk tindakan nyata.

Seluruh tips di bawah ini pada prinsipnya adalah mengurangi membeli (apa saja). Aktivitas membeli adalah dukungan nyata terhadap ekonomi uang. Dengan membeli kita meningkatkan permintaan terhadap uang, sehingga ada pembenaran untuk mencetak lebih banyak uang, pasar uang semakin besar, profit meningkat, para pemodal mendapatkan untung lebih banyak, pasar modal semakin berkembang, institusi dan kebijakan moneter semakin mendapatkan pembenarannya. Semua itu membuat gerakan neoliberal terus berkembang.

Akhirnya, ingat juga bahwa dengan mengurangi membeli, kita mengurangi kebergantungan kita pada uang. Kita bisa hidup cukup nyaman walaupun gaji kita kecil. Ini berarti kita memiliki kebebasan yang lebih besar untuk melayani masyarakat dan lebih bebas juga bersikap kritis.

# Gunakan sebanyak mungkin barang bekas (second hand):
Dalam masyarakat yang konsumtif ada banyak barang baru yang bisa dibeli setiap hari. Akibatnya barang terakumulasi cukup banyak padahal penggunaannya tidak efektif (paling tidak dari frekuensi dan durasi penggunaan yang kurang). Situasi ini tidak menguntungkan bagi konsumen (kecuali memuaskan nafsu konsumtif) tetapi menguntungkan penanam modal dan memperbesar pasar modal.
Jadi usahakan sebanyak mungkin menggunakan barang second hand. Kita dapat memperolehnya dari berbagai sumber, entah itu saudara atau teman kita. Kalau tidak bisa, membeli baju bekas dari pasar murah rakyat (misalnya di pasar Cicadas untuk penghuni Bandung) juga bisa dilakukan. Ini memang aktivitas membeli tetapi kecil artinya bagi para pemodal, namun bisa berarti besar untuk mendukung hidup para penjual miskin.
Satu masalah yang perlu anda atasi sebelum melakukan ini adalah rasa malu menggunakan barang bekas. Dan yang lebih penting lagi bersikap kritis terhadap citra negatif yang dilekatkan pada barang bekas. Hati-hati juga terhadap berbagai strategi pedagang untuk mendorong konsumsi barang baru, misalnya menganggap wajar, bahkan harus, menggunakan baju baru saat hari raya.

# Masaklah makanan anda sendiri…
Bisnis restoran saat ini semakin berkembang. Banyak di antaranya berada di bawah kekuasaan para pemodal besar. Selain itu bisnis restoran mendukung berbagai bisnis lain yang semakin dikuasai oleh pemodal besar, mulai dari bumbu masak, peralatan masak dan berbagai fasilitas di restoran. Bahan mentah makanan yang berasal dari agroindustri besar juga lebih disukai oleh restoran karena mutunya yang lebih standar.
Memasak makanan anda sendiri juga merupakan aktivitas yang meningkatkan kreativitas anda dan menjadi selingan mengasyikan di tengah kesibukan kita sebagai aktivis.

# Tanamlah makanan anda sendiri…
Ingat anda tidak perlu membuat kebun yang terawat dengan baik. Anda tidak perlu mengejar produktivitas maksimal. Kebun di depan rumah yang dirawat rutin setengah jam sehari (tidak perlu mengejar kesempurnaan) dan seminggu sekali sekitar satu jam (untuk menanam bibit baru dan berbagai kegiatan besar lainnya), sudah bisa lumayan hasilnya.
Pilihlah tanaman yang tidak memerlukan perawatan tinggi. Misalnya, di kebun depan rumah saya yang luasnya 2X4 meter persegi ada kecipir, kacang panjang, paria, ubi, bayam, singkong, strawberry, kacang tanah.…

Selain mengurangi aktivitas membeli, kegiatan ini juga menjadi olah raga ringan (Move for your health kata WHO) dan menjamin makanan yang sehat bagi keluarga.

Ada prinsip lain yang dapat anda terapkan, yaitu mengatur ke mana uang anda mengalir. Ini membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang struktur ekonomi kita. Ini akan kita bahas pada edisi mendatang

******
Tentu saja ada beberapa langkah lain yang lebih sistemik dampaknya, seperti mengembangkan sistem perdagangan alternatif (misalnya sistem barter) dan mata uang lokal. Namun aktivitas ini memerlukan upaya yang lebih besar dan tidak bisa dilakukan secara individual.

(David Sutasurya)

No comments:

Post a Comment

Silakan berikan tanggapan di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...