[MEDIA] Pendidikan Politik Melalui Komik



Pasca reformasi , ajang pemilu sering digunakan untuk meluncurkan banyak inovasi baru untuk melakukan pendidikan politik rakyat, salah satunya dalam hal media penyampaiannya. Dalam lingkup media cetak, komik menjadi pilihan menarik. Pasalnya, rakyat kebanyakan masih belum akrab dengan informasi naratif.

Pemilu tahun juga diwarnai berbagai usaha untuk melakukan sosialisasi pemilu sekaligus melakukan pendidikan politik dalam bentuk komik, misalnya yang dilakukan oleh Unisosdem dan Rindang Banua . Unisosdem memproduksi komik berjudul “Ketika Harus Berdemokrasi”, Rindang Banua memproduksi komik yang berjudul “Jangan Bingung !!!”.

Komik menyajikan ilustrasi visual yang berperan mengurangi beban memahami informasi, sekaligus menambah daya tariknya. Penyampaian informasi dalam kalimat pendek-pendek dan transformasi hubungan antar konsep menjadi sebuah alur cerita, bila dilakukan dengan baik, akan sangat membantu pembaca dalam untuk memahami informasi yang disampaikan.
Di sisi lain semua nilai positif itu memberikan pekerjaan tambahan, terutama dari segi seni ilustrasi dan membuat cerita. Untuk itu kita perlu membangun kerjasama yang baik dengan para seniman. Ketidakmauan membangun kerjasama dengan seniman telah cukup banyak menghasilkan komik-komik yang sarat informasi namun miskin dalam seni penyampaian (alias “garing”).

Dari segi penggarapan visual kedua komik ini tampil cukup baik. Komik Unisosdem memang tampak lebih rapi, namun ini hanya perbedaan gaya saja dan efektivitasnya kemungkinan tidak terlalu jauh.

Unisosdem tempaknya berusaha menyampikan informasi yang lebih konseptual, yaitu sebelas pilar demokrasi, sehingga dapat berperan memberikan pendidikan politik yang lebih luas dan berdampak panjang. Sedangkan, Rindang Banua lebih fokus pada sosialisasi sistem pemilu.

Pilihan Unisosdem untuk menyajikan informasi yang lebih konseptual membuat lebih sulit untuk konsisten pada penyampaian informasi secara pendek-pendek. Pada beberapa halaman, informasi disampaikan dalam kalimat yang panjang sehingga lebih sulit dipahami. Seharusnya ini dapat dihindari dengan melakukan distribusi informasi yang lebih merata di sepanjang alur cerita.

Hal yang agak disayangkan dari kedua komik ini adalah kurangnya keseimbangan gender dalam menampilkan tokoh-tokohnya. Masih nampak kuat dominasi tokoh lelaki. Demikian pula, latar belakang budaya yang ‘Jawa Tengah Sentris’, bahkan pada komik Rindang Banua yang sebenarnya mengambil lokasi cerita maupun penyebaran komik di Kalimantan. Atau, mungkin ini memang cerminan dari kondisi bangsa dan negara kita selama ini ?

Terlepas dari berbagai permasalahan ada, komik-komik ini adalah inisiatif yang layak disambut dan dipelajari bersama. Ini penting untuk terus meningkatkan kemampuan para aktivis dalam melakukan komunikasi publik, yang semakin disadari pentingnya agar kita sebagai aktivis tidak terjebak pada permainan “one man show” lagi.

------------
1 Unisosdem : Uni Sosial Demokrat adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat peduli politik di Indonesia, yang bertindak sebagai mitra masyarakat demokrasi bagi semua kelompok, baik yang berorientasi politik maupun non politik yang peduli dan memperjuangkan terwujudnya demokrasi di segala bidang kehidupan
2 Rindang Banua : Yayasan Perhimpunan Rindang Banua adalah yayasan yang didirikan oleh sekelompok orang di Jakarta dengan latar belakang beragam agama dan suku, tetapi memiliki kepedulian terhadap Masyarakat Kalimantan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...